Senin, 12 November 2012

PROPOSAL USAHA PETERNAKAN AYAM KAMPUNG PEDAGING


1.      Latar Belakang.
                  Ayam kampung atau ayam buras sudah banyak dikenal oleh masyarakat dan banyak dibudidayakan di pedesaan. Karena perawatannya tergolong mudah, daya tahan hidupnya cukup tinggi, adaptasi dengan lingkungan dan makanan mudah serta banyak digemari masyarakat karena baik daging maupun telurnya memiliki cita rasa yang lebih disukai dibandingkan ayam ras ( Krista dan Bagus, 2010 ). Secara umum, ayam kampung masih banyak dipelihara secara ekstensif-tradisional atau umbaran walaupun sudah ada beberapa peternak yang membudidayakannya secara intensif, namun jumlahnya masih sedikit.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah populasi ayam kampung yang jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan ayam ras baik secara nasional maupun yang ada di daerah Kabupaten Jayapura Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2010 populasi ayam kampung atau ayam buras nasional baru mencapai 268.957.000 ekor , sementara populasi ayam ras sudah mencapai 1.249.952.000 ekor . Untuk di kabupaten  Jayapura, dinas peternakan provinsi Papua pada tahun 2010 mencatat populasi ayam kampung baru mencapai 1.318.299 ekor , sementara ayam ras sudah mencapai 15.771.780 ekor.
Rendahnya tingkat produksi ayam kampung disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat pertumbuhannya yang relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan ayam ras, terbatasnya manajemen pemeliharaan dan tingginya variasi genetik pada ayam kampung itu sendiri sehingga masih banyak peternak yang kurang membudidayakannya terutama untuk penghasil daging dan telur. Padahal, bila ayam kampung ini dibudidayakan secara intensif dengan pemberian pakan yang baik dan teratur, pertumbuhan ayam jauh lebih cepat dibandingkan dengan pola pemeliharaan ala kadarnya atau umbaran ( Krista dan Bagus, 2010).
`Oleh karena itu, dengan pemeliharaan yang intensif, pemberian pakan dan vaksin secara teratur serta menjaga kebersihan kandang maupun lingkungan sekitarnya, pertumbuhan ayam kampung pedaging akan lebih cepat.
(www. dinas peternakan provinsi Papua pada tahun 2010)
2.      Visi Usaha
Untuk Mengembangkan Ternak ayam kampung pedaging. Di kapmung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

3.      Misi
Adapun misi tujuan dari Peternakan ini adalah :
1.      Menberikan kemudahan bagiyang membutuhan Daging
2.      Menciptakan lapangan pekerjaan.
3.      Membangun semangat usaha.
4.      Menbangun kemandirian mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

4.      Tujuan Kegiatan
Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengembangkan potensi peternakan ayam kampung pedaging sehingga mampu membuka peluang kerja baru yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup.
5.      Manfaat Kegiatan
Manfaat dari usaha peternakan ini adalah :
·         Mengembangkan potensi peternakan ayam kampung pedaging
·         Menambah pengalaman dan meningkatkan kerja sama dalam manajemen usaha
·         Membuka peluang kerja baru
·         Meningkatkan pendapatan atau penghasilan
·         Membantu dalam memenuhi kebutuhan daging
6.      Jenis Usaha
Jenis usaha yang dimaksud adalah peternakan ayam kampung pedaging,
7.      Lokasi Pemeliharaan
Usaha peternakan ayam kampung pedaging ini berlokasi di Desa Nolokla distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura –Papua.
8.      Kelebihan usaha
Usaha ternak ayam merupakan salah satu usaha yang menghasilkan daging dan telur dengan keuntungan yang cukup besar. Maka usaha ini banyak diminati para pencari usaha. Selain itu menjalankan usaha ini juga memiliki waktu yang relative cukup santai, jadi usaha ini tidak mengganggu kegiatan sehari – hari.

9.      Kekurangan usaha
Dalam merawat ayam diperlukan teknik dan pengetahuan yang tepat tentang peternakan. Karena beternak ayam tidaklah mudah, karena takaran makan, minum, luas kandang serta lingkungan kandang juga harus disesuaikan agar ayam dapat tumbuh dengan baik. Karena banyaknya penyakit seperti flu burung, dan penyakit ayam lainnya dapat mengancam usaha.
10.  Deskripsi Usaha
Usaha ini bergerak di bidang peternakan ayam kampung sebagai penghasil daging. Usaha ini dikelola oleh tiga orang sebagai pemilik usaha dan untuk jangka pendek dibantu oleh satu orang karyawan. Sementara untuk jangka panjangnya diharapkan mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja seiring dengan perkembangan usaha yang dijalankan. Peternakan ayam kampung pedaging ini dimulai dari pemeliharaan DOC ( day old chick) sampai waktu panen sekitar 2,5 bulan dengan perawatan yang intensif. Untuk tempat atau kandang beserta perlengkapan yang lainnya seperti tempat pakan dan minum sudah tersedia. Jadi, pemilik modal atau usaha hanya perlu menyediakan biaya sewa kandang dan perlengkapan tersebut, sementara untuk DOC dibeli dari peternak lain yang menyediakan bibit DOC.
11.  Strategi Pemasaran
Untuk pemasarannya, pada tahap awal hasil ternak akan dipasarkan langsung ke pasar-pasar tradisional baik yang ada di sekitar peternakan maupun pasar lain yang ada di Sentani dengan terlebih dahulu melakukan survei pasar untuk mengetahui berapa kebutuhan ayam kampung pedaging ini dipasaran. Selain itu, hasil ternak juga dapat dipasarkan langsung kepada konsumen seperti masyarakat sekitar dan warung-warung yang menyediakan menu ayam kampung. Untuk tahap-tahap selanjutnya akan lebih mudah karena diharapkan usaha peternakan ini sudah mempunyai pelanggan tetap atau pengepul yang menampung hasil ternak.
12.   Analisis Usaha
a.      Biaya Tetap
Ø  Sewa kandang 1 tahun untuk 4 periode= Rp1.000.000,00
Ø  Pemanas                                                    =Rp200.000,00
Ø  Peralatan makan dan minum               =Rp500.000,00
                                                Jumlah Rp1.700.000,00



b.       Biaya Variabel
Ø  Pembelian DOC 500 ekor @Rp6000= Rp3.000.000,00
Ø  Pakan DOC sampai umur 30 hari (complete feed ) 21 gram/ekor/hari*
500 ekor x 30 hari x Rp6.000/Kg =Rp1.800.000,00
Ø  Pakan pembesaran ( umur 30 hari sampai panen )= Rp 2.500.000,00
Ø  Vaksin dan vitamin= Rp 150.000,00
Ø  Pembelian sekam 30 karung @Rp2000/karung= Rp60.000,00
Ø  Biaya transportasi =Rp100.000,00
                                    Jumlah Rp7.610.000,00
Total biaya tatap dan biaya variabel:
biayatetap + biaya variable=Rp1.700.000,00+Rp7.610.000,00
= Rp9.310.000,00

Keterangan : *) pakan rata-rata per hari
c.       Pendapatan
Asumsi bobot rata-rata ayam per ekor 0.8 – 1 Kg dan tingkat kematian ayam pada saat pemeliharaan hingga panen 5%
Ø  475 ekor x Rp25.000/Kg =Rp11.875.000,00
Ø  Penjualan kotoran ayam 20 karung x Rp3500= Rp70.000,00
Total pendapatan Rp11.945.000,00
d.      . Keuntungan
Total keuntungan
Ø   Total pendapatan – Total biaya = Rp11.945.000,00 – Rp9.310.000,00 = Rp2.635.000,00/2,5 bulan

13.  Penutup
            Demikian proposal ini kami ajukan, semoga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang usaha peternakan ayam kampung pedaging ini. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungannya baik moral maupun materiil dengan harapan semoga usaha ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta berkelanjutan untuk kedepannya.




14.  Lampiran Gambar
Pemeliharaan Ternak ayam secara Ekstensif

Pemeliharaan secara Intensif

Contoh Bamgunan kandan litter/menggunakan lantai tanah

Contoh Kandang Panggung

Pakan Ternak ayam

Ternak ayam pada saat umur DOC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar